Header Ads

Ingin Langsing Secara Instan Pasca Melahirkan, Sangat Berisiko Bagi Ibu dan Anak

loading...
Seputar Kecantikan - Buru-buru melakukan segala usaha agar tubuh langsing setelah persalinan hanya akan menambah derita Anda, dan bayi Anda.

Seputar Kehamilan, Seputar KecantikanTunda program pelangsingan tubuh hingga pemberian ASI eksklusif 6 bulan selesai.

Yang Instan, Berisiko! Berbagai metode pelangsingan tubuh secara cepat makin populer di kalangan ibu baru. Baca Juga: Cara Memutihkan Kulit Tubuh Dengan Cepat dan Alami

Banyak yang melakukannya demi mendapat tubuh indah dan langsing instan setelah melahirkan, di saat sedang menyusui. Amankah?
  • SUNTIKAN
    • Obat pencair lemak Lipostabil dan pembakar lemak L. Carnitine di bagian tubuh yang ingin dikecilkan. Efek samping: Memar dan berkeringat di bagian yang disuntik, mual, muntah,   pusing dan dehidrasi. Jangan melakukan: memasukkan obat-obatan apapun ke dalam tubuh demi menjaga  produksi dan kualitas ASI.
  • MESOTERAPI
    • Menyusutkan dan melelehkan lemak, “membentuk” bagian tubuh dengan  memasukkan ekstrak tumbuhan dan vitamin ke tubuh. Efek samping: Kulit gatal dan kemerahan, urin berbau obat, BAB lebih lembek. Jangan lakukan: risikonya terlalu besar untuk ibu menyusui, meskipun dilakukan oleh dermatologis, karena belum ada uji klinis pada ekstrak tumbuhan yang digunakan pada terapi ini.
  • MINUM HERBAL
    • Yang mengurangi nafsu makan. Efek samping: Diare jika pencernaan ibu tidak tahan. Jangan lakukan: sebab herbal bisa membuat ASI pahit.
  • LIPOSUCTION
    • Sedot lemak di bawah kulit menggunakan instrumen penyedot lewat sayatan kecil di kulit. Efek samping: Infeksi, perdarahan, emboli (gumpalan) lemak menyumbat pembuluh    darah, kurang darah dan kurang cairan tubuh. Jangan lakukan: di perut, sebab luka dalam kehamilan dan persalinan belum sembuh. Dan jaringan lemak perut memiliki hubungan dengan jaringan lemak di payudara dalam pembentukan ASI. Lakukan di tangan, dagu atau paha saja.
  • TUMMY TUCK
    • Operasi membuang kulit dan lemak perut. Efek samping: Rasa kebal di perut, keloid. Jangan lakukan: termasuk mini tummy tuck sekalipun! Sehabis melahirkan, jaringan perut masih lunak dan mengalami trauma sehingga berisiko tinggi dengan perlakuan operasi. Obat pereda nyeri dan antibiotik yang digunakan akan memengaruhi ASI. Tunggu setidaknya 1 tahun setelah melahirkan.
  • PIJAT + BUNGKUS TUBUH
    • Pemijatan (lympathic drainage massage) untuk menghancurkan lemak tubuh yang dikombinasi body wrapping setelah tubuh dioles lilin, obat atau herbal dan enzim untuk detoksifikasi dan membakar lemak. 
    • Efek samping: Reaksi pada kulit dan dan dehidrasi akibat banyak mengeluarkan cairan tubuh. Tidak dianjurkan: karena zat yang dioles ke kulit bisa masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi ASI. Risiko dehidrasi lebih besar menimpa ibu menyusui.
  • GELOMBANG ULTRASOUND
    • Frekuensi rendah disorotkan ke tubuh untuk memecah jaringan lemak dan selulit. Pecahan dipindahkan ke bagian lain untuk dibakar atau dikeluarkan melalui keringat urin dan feses. Efek samping: Nyeri. 
    • Jangan lakukan: dengan adanya kemungkinan pola makan ibu berubah  dikhawatirkan akan mengurangi produksi ASI. Lagi pula luka akibat persalinan atau jahitan operasi caesar belum kering benar.
  • AKUPUNKTUR
    • Menusukkan jarum di titik-titik tubuh yang tersambung dengan Thalamus dan Hypothalamus, bagian otak yang mengatur sistem lapar, haus dan keseimbangan cairan tubuh. Efek samping: Perdarahan di tempat penusukan, nyeri, jarum patah atau bengkok. Tidak dianjurkan bila tujuannya untuk menekan rasa lapar. Lakukan untuk tujuan mengontrol agar nafsu makan tidak berlebihan.
  • DIET KETAT
    • Misalnya South Beach Diet (tidak makan karbohidrat), Mayo Diet (tidak makan garam), Atkins Diet, The Zone Diet (membatasi komposisi 40% karbohidrat, 30% lemak dan 30% protein), Food Combining, diet macan (tidak makan malam) dan berbagai jenis diet ketat lainnya. Efek samping: Diet karbohidrat bisa menyebabkan ibu kekurangan glukosa yang menurunkan daya pikir dan tingkat kesadaran. Diet macan berisiko ibu kekurangan protein dan zat besi karena tidak mengonsumsi daging. Jangan lakukan: karena menyebabkan ibu berisiko kekurangan nutrisi dan cairan, yang bisa mengganggu produksi dan kualitas ASI.
Diberdayakan oleh Blogger.