Header Ads

Cara Mudah Meredam Emosi Saat Anak Mendapatkan Nilai Buruk

loading...
Orang tua pasti menginginkan yang terbaik dari anak-anaknya, termasuk dalam hal perolehan nilai akademis di sekolah. Tapi jangan lupa, orang tua juga dituntut untuk menyiapkan diri saat sang buah hati pulang membawa nilai jelek.

Ibu & Anak - Ya, wajar jika Ayah dan Bunda selalu mengidamkan anak berpretasi di sekolahnya, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. Kadang, orang tua lupa bahwa anak cerdas sekalipun nggak selamanya dapat nilai bagus.

Di sinilah orang tua harus memahami bahwa saat anak membawa pulang nilai buruk, itu bukan masalah besar. Dunia nggak akan runtuh juga kan, Bun, gara-gara nilai ulangan anak jelek?

"Anda mungkin punya ekspektasi tinggi soal nilai anak. Mungkin Anda bertanya bagaiamana seharusnya orang tua bereaksi saat anak mendapat nilai buruk. Jawabannya jelas, pasti ada pendekatan yang benar dan ada yang salah," kata pakar pendidikan Ann Dolin, M.Ed, dikutip dari Ectutoring.

Pahami sistem penialaian
Sebelum bereaksi, Bunda baca dan pahami dulu bagaimana sistem penilaian diterapkan. Pasalnya, setiap sekolah memiliki cara berbeda dalam penilaian. Jadi, penting bagi orang tua untuk memahami sistem penilaian di sekolah anak masing-masing.

Ketahui bagaimana nilai diperhitungkan
Saat anak masuk sekolah atau kelas baru, tanyakan kepada guru tentang penekanan nilainya. Misal, ada guru yang lebih mengutamakan nilai ujian daripada pekerjaan rumah (PR). Kalau PR anak Bunda dapat nilai sangat bagus, tapi nilai ulangan atau ujiannya jelek, berarti itulah cerminan sejauh mana anak memahami pelajaran.

Hargai dengan cara positif
Meski anak membawa pulang hasil buruk, pasti ada sesuatu yang tetap membanggakan. Cobalah Ayah dan Bunda melihat dari sisi positifnya. Paling tidak, anak berani melaporkan nilainya meski nggak sesuai harapan. Dengan tetap memberi dukungan dan semangat, anak akan lebih termotivasi untuk memperbaiki nilai.

Bicara tentang nilai yang diraih
Penting bagi orang tua untuk membicarakan tentang nilai buruk yang diraih anak. Jadi, Ayah dan Bunda akan memahami akar masalahnya. Saat momen inilah orang tua dituntut untuk meredam emosi. Nggak ada salahnya Bun, anak tahu apa yang sesungguhnya orang tua harapkan dari hasil belajarnya di sekolah.

Dengarkan penjelasan anak
Saat diskusi tentang nilai atau rapor, pastikan orang tua memberi kesempatan dan mendengarkan penjelasan anak. Mungkin saja mereka ingin mengutarakan alasan mendapat nilai buruk, atau anak-anak sungkan meminta bantuan orang tua saat mengalami kesulitan dalam pelajaran. Jadi, Ayah dan Bunda yang harus memahaminya ya.

Penulis: Muhayati Faridatun
Diberdayakan oleh Blogger.