Header Ads

Delapan Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ginjal Anda Secara Baik

loading...

Tidak ada yang mau mengalami gagal ginjal. Saat ini terjadi, seseorang harus cuci darah, minum obat, bahkan mencari transplantasi

Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini adalah hal yang penting untuk dilakukan untuk mengurangi risikonya.

dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH, Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri) menyebutkan bahwa pencegahan dan deteksi sangat penting, karena sebagian besar orang tidak mengeluhkan gejala apapun sampai Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memasuki stadium lanjut. Fungsi ginjal Anda dapat menurun hingga 90 persen sebelum gejala muncul.

“Tindakan pencegahan yang murah dan mudah dapat mencegah perburukan fungsi ginjal, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Beberapa delapan cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal Anda:

Jaga kesehatan dan lakukan aktvitas fisik yang cukup
Menjaga kesehatan tidak hanya menjauhkan Anda dari PGK namun juga penyakit-penyakit lainnya. Oleh karena itu, Anda bisa memulai hidup sehat dengan banyak melakukan aktivitas fisik. Cobalah untuk melakukan olehraga secara rutin dari sekarang.

Lakukan kontrol kadar gula darah secara teratur
Penyakit ginjal kronis terjadi karena berbagai faktor dan salah satu faktor paling umum ditemukan adalah karena seseorang menderita diabetes. Menurut data Indoensian Renal Registry (IRR, 2018) sebanyaj 28 persen orang yang mengalami PGK memiliki penyakit diabetes. Oleh karena itu, pastikan Anda mengontrol darah Anda secara tertur. Tingkat kontrol darahnya antara lain
  • Gula darah puasa <100mg/dl
  • Gula darah 2 jam setelah makan: <140mg/fl
  • Gula darah sewaktu < 180mg/dl
  • HbA1C: <7
Lakukan monitor tekanan darah
Tak hanya diabetes, hipertensi juga menjadi faktor terbesar lainnya yang menyebabkan PGK. Menurut data Indoensian Renal Registry (IRR, 2018) sebanyak 36 persen penderita PGK mengidap hipertensi. Untuk itu, jangan pernah berpikir bahwa Anda bisa mengukur darah Anda dengan hanya merasakannya. Anda harus mengeceknya dengan alat pengukur darah secara mandiri atau ke fasilitas kesehatan terdekat secara rutin.

Dokter Aida juga menegaskan bahwa Anda yang sudah memiliki hipertensi juga harus secara rutin dan tepat meminum obat. Ini karena banyak orang berpikir bahwa minum obat justru bisa merusak ginjalnya. Justru hipertensi yang tak terkontrol lah yang menjadi sumber masalahnya.

Makan yang sehat dan jaga berat badan
Berat badan ideal bukan hanya dituju untuk penampilan saja namun yang paling penting untuk mejaga kesehatan Anda. Orang yang obesitasi risikonya terkena PGK lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki berat badan ideal. Bila Anda ingin mendapatkan berat badan ideal, jangan lupa untuk melakukan diet yang tepat. Utamakan untuk mengonsumsi makanan bergizi.

Minum yang cukup
Minum yang cukup akan membantu ginjal Anda berproses dengan mudah. Minumlah air putih dua liter sehari.

Tidak merokok
Merokok adalah salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. Oleh karena itu, Anda harus menghindarinya dan tentunya menghentikannya bila saat ini masih mejadi perokok aktif.

Tidak mengonsumsi obat tanpa resep dari dokter
Obat digunakan untuk menyembuhkan dan mengontrol penyakit Anda. Namun pemakaiannya ada aturannya. Anda harus mematuhi apa yang dikatakan dokter agar ginjal Anda tidak jadi korban.

Lakukan pengecekan fungsi ginjal apa bila Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko “tinggi”
Bila Anda memiliki faktor risiko maka Anda tidak boleh terlalu santai. Nanti Anda akan diperiksa, apakah ditemukan protein atau albumin di urin, kelainan sedimen urin, adanya peningkatan kreatinin darah, kelainan pemeriksaan histopatologi atau muncul kelainan pada pencitraan. dr. Aida menyebutkan bahwa klasifikasi pencegahan bisa bisa berupa pencegahan primer, sekunder, atau tersier.

Pencegahan primer dilakukan sebelum terjadi PGK dengan mengidentifikasi orang yang berisiko terkena PGK, edukasi untuk mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta menerapkan pola hidup sehat.

Pencegahan sekunder berupa diagnosis dini gangguan ginjal yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan urin dan darah untuk mengetahui fungsi ginjal. Dengan demikian pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sementara pencegahan tersier lebih ditunjukan untuk tatalaksana komplikasi PGK yang optimal, seperti anemia, sesak napas dan kelebihan cairan, gangguan mineral dan tulang, serta komplikasi ke jantung.

Lakukanlah deteksi sedini mungkin sehingga Anda bisa melakukan hal yang diperlukan untuk menjaga kesehatan ginjal Anda.

Penulis: Bambang Pamungkas
Diberdayakan oleh Blogger.