Header Ads

Inilah 10 Gejala - Gejala Mandul Yang Mudah Untuk Diamati Secara Cepat dan Tepat

loading...

Bagi kamu yang mendambakan sebuah keluarga di masa mendatang, kemandulan tentu menjadi hal yang paling tidak diharapkan

Walau begitu, ketidakmampuan untuk meneruskan keturunan adalah kemungkinan yang dimiliki setiap orang.

Penyebabnya? Bermacam-macam. Tidak hanya penyakit, kebiasaan yang kurang sehat dan sering dianggap remeh pun menjadi pemicu yang fatal.

Tubuh pun memberikan gejala yang bisa kamu amati, baik pada pria dan wanita. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kode yang tubuhmu coba sampaikan kepadamu.

1. Siklus menstruasi yang tidak reguler
Begitu telah melalui masa remaja dan puber, siklus menstruasi wanita seharusnya terjadi secara reguler. Artinya, tidak ada lagi bulan-bulan yang 'bolong'. Paling tidak, siklus berulang dalam jangka waktu 24 hingga 35 hari.

Ketika menstruasi, artinya kamu tengah mengalami ovulasi. Ovulasi adalah sebuah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari dalam rahim. Bila kamu tidak mengalami ovulasi, berarti tidak ada sel telur yang diproduksi.

2. Rasa nyeri hebat pada saat menstruasi
Rasa nyeri ketika haid bisa disebabkan oleh PMS maupun dismenore. Namun, bila rasa nyeri yang kamu rasakan sangat hebat dan membuatmu sampai tidak bisa melakukan aktivitas, ada baiknya kamu segera berkonsultasi pada dokter.

Rasa nyeri yang luar biasa hebat pada saat menstruasi biasanya masuk dalam kategori dismenore sekunder. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh penyakit pada organ kewanitaan. Umumnya, wanita yang mengalami hal ini menderita endometriosis.

3. Keluarnya cairan dari puting
Dalam keadaan tidak hamil maupun menyusui, semestinya tidak ada cairan yang keluar dari payudara. Bila kamu mengalami hal ini, boleh jadi kamu mengalami hyperprolactinemia.

Istilah tersebut merujuk pada kondisi produksi hormon menyusui yang terlalu banyak. Bila kadar hormon ini terlalu banyak, maka ovarium dapat berhenti memproduksi ovum. Adapun penyebabnya cukup beragam, mulai dari isu pada kelenjar tiroid hingga tumor jinak pada kelenjar pituari.

4.Perubahan hormon
Fluktuasi hormon lain juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesuburan. Bila kamu mengalami masalah dengan kulit, gairah untuk bercinta berkurang, rambut yang menjadi tidak sehat, dan beberapa kejanggalan lain, konsultasikan segera pada dokter.

Namun, tidak seluruh perubahan ini mengacu pada diagnosis kemandulan. Dokter juga membutuhkan penilaian lainnya untuk memastikan.

5. Riwayat penyakit kelamin
Penyakit kelamin atau juga disebut penyakit menular seksual (PMS) juga bisa menjadi penyebab ketidaksuburan. Infeksi dan inflamasi dari chlamydia atau gonorrhea bisa menyebabkan saluran tuba falopi menjadi terhalangi.

Bagi wanita, bilamana tuba falopi terhalangi, risiko kehamilan ektopik juga meningkat. Kondisi ini merupakan kehamilan di luar rahim dengan risiko kematian yang cukup tinggi.

6. Berat Badan Tidak Seimbang
Kalau kamu masih berpikir bahwa berat badan seimbang semata untuk soal penampilan, ubah mindset tersebut sekarang juga. Tidak hanya overweight, underweight juga sama berisikonya dalam menyebabkan kemandulan.

Pada wanita, berat badan yang tidak seimbang akan mengganggu produksi sel telur. Sementara pada laki-laki, underweight menyebabkan jumlah sperma menjadi sedikit dan overweight menyebabkan kadar testosterone menjadi sedikit.

7. Hilangnya gairah seksual dan nyeri pada saat Berhubungan
Bagi pasangan yang telah menikah, coba perhatikan perubahan yang terjadi pada sex drive alias gairah untuk bercinta. Meski tak selalu, tetapi perubahan ini bisa menjadi indikasi kondisi infertil.

Selain itu, rasa nyeri saat berhubungan juga sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter kandungan. Kasus paling banyak mengapa wanita mengalami ini adalah karena endometriosis.

8. Nyeri, benjolan atau bengkak pada buah zakar
Perhatian khusus pada organ reproduksi bukan hanya tugas wanita, tetapi juga pria. Bila kamu dan pasangan telah mencoba tetapi belum juga berhasil, perhatikan apakah ada yang tak wajar pada organmu.

Memang ada banyak hal yang menyebabkan rasa nyeri, benjolan, atau bengkak pada buah zakar. Sebagian besar merupakan indikasi ketidaksuburan, tetapi ada baiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan tes dan mendapat diagnosis yang tepat.

9. Masalah pada ereksi dan ejakulasi
Satu lagi gejala yang bisa kamu amati adalah pada saat ereksi. Bilamana kamu merasa ada yang tidak sewajarnya terhadap kemampuan ereksi, boleh jadi ada ketidakseimbangan hormon yang tengah kamu alami.

Pun demikian dengan ejakulasi. Ketidakmampuan untuk mempertahankan ejakulasi dalam batas sewajarnya bisa menjadi gejala yang perlu untuk segera kamu konsultasikan pada dokter.

10. Tidak segera hamil dalam kurun waktu tertentu
Nah, dari semua gejala yang disebutkan sebelumnya, kamu juga perlu mengetahui kapan semestinya mulai cemas apakah kamu atau pasangan mengalami ketidaksuburan. Bila kamu berusia di bawah 35 tahun dan belum juga hamil setelah satu tahun mencoba, inilah saatnya untuk berdiskusi dengan dokter.

Ketidaksuburan juga dipengaruhi oleh usia. Semakin bertambahnya usia seseorang memperbesar risiko ketidaksuburan. BIla kamu telah berusia 35 tahun ke atas, segera periksa ke dokter bila setelah 6 bulan kamu belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Sebagai bentuk rezeki, anak memang menjadi hak prerogatif Tuhan. Walau begitu, selagi ada waktu dan kesempatan untuk berusaha, jangan disia-siakan, ya!

Penulis: Shelly Salfatira
Diberdayakan oleh Blogger.